Medan – FKM USU: Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kurikulum Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis pada Kamis, 9 Juli 2026, sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis. Kegiatan yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes. ini dihadiri oleh 23 peserta yang terdiri atas pimpinan fakultas, dosen, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan, Puskesmas Medan Johor, RS Haji Sumatera Utara, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Sumatera Utara, Aerofood Catering Service, dan Kelas Fitness Indonesia. FGD diawali dengan pembukaan oleh Wakil Dekan I FKM USU, dilanjutkan dengan pemaparan urgensi pembentukan Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis serta rancangan awal kurikulum oleh Prof. Ir. Etti Sudaryati, M.K.M., Ph.D. Paparan tersebut menekankan bahwa pendidikan profesi nutrisionis merupakan tahapan penting dalam menghasilkan tenaga profesional yang memiliki standar kompetensi, menjunjung tinggi kode etik, serta mampu memberikan pelayanan gizi secara promotif, preventif, kuratif, dan advokatif sesuai kebutuhan masyarakat. Diskusi juga mengulas peluang pengembangan program studi yang didukung oleh meningkatnya kebutuhan tenaga nutrisionis di rumah sakit, puskesmas, industri pangan, dan institusi pendidikan. Berbagai masukan konstruktif dari akademisi dan stakeholders mencakup penguatan kurikulum berbasis standar kompetensi nasional, pengembangan peminatan nutrisionis kebencanaan dan gizi kerja, integrasi pangan lokal, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pelayanan gizi klinis, penilaian status gizi, penyusunan menu, dan konseling gizi. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan kurikulum melalui pembahasan internal Program Studi Gizi FKM USU guna menghasilkan lulusan nutrisionis yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan kesehatan nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan di bidang gizi, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan gizi.