• BKKBN
    BKKBN
  • Dies Natalis 23
    Dies Natalis 23

Topik Kuliah “Disaster Management in USA”

MEDAN-FKMUSU: Mahasiswa pascasarjana manajemen kesehatan bencana FKM USU dikoordinir oleh Dr. Ir. Evawany Aritonang, MKes(Sekretaris S2 FKM USU) menerima kunjungan Antony Grande (Kepala Departemen Kebakaran City of Decatur, Alabama, USA) dan berbagi ilmu dengan topik ”Disaster Management in USA” di Auditorium FKM USU (13/6/2014). USA. Antony Grande mempunyai banyak pengalaman dalam mengatasi bencana terutama bencana kebakaran. Setelah lulus dari Memphis University, Antony bekerja di berbagai bidang sebagai firefighter at United States Air Force, EMT-Paramedic at Rural Ambulance Service-Knox Country, Assistant Chief of Suppression at City of Knoxville, Instructor at Roane State Community College, Lead Instructor/Proprietor at Grande Fire.

image0011

Pembacaan biodata Antony Grande oleh protokol Vicky arfeni (mahasiswi S1 peminatan Epidemiologi) diawal acara. Dilanjutkan dengan paparan Antony tentang manajemen bencana dan dibagi atas 5 tahap yaitu Planning, Preparation, Mitigation, Respons, Recovery. Perencanaan program yang memadai untuk setiap bencana harus ada yaitu tanggapan khusus bidang kesehatan, jaringan komunikasi, transportasi korban, penggunaan tenaga medis/keperawatan dan pengelolaan sumber daya. Tahap persiapan dengan pengembangan pelatihan untuk identifikasi tanda akan terjadi bencana. Mitigasi adalah upaya untuk mengurangi risiko dari suatu bencana. Tahap respon ditekankan dalam hal penyelamatan korban dan masyarakat. Tahap pemulihan berupa membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana. Tahap-tahap ini dapat dilakukan dengan baik bila semua sektor terkait bekerja sama untuk tujuan meminimalkan risiko yang terjadi akibat becana.

image0022

Contoh yang diberikan adalah kejadian Angin Topan di New Orleans (Chatrina Hurricane) banyak terjadi kerusakan infrastruktur tetapi penduduknya tidak mengungsi. Hal ini karena penduduk New Orleans sudah terlatih dengan bencana dan paham apa yang harus dilakukan untuk menanggulanginya. Penduduk sudah mendapatkan pelatihan/simulasi rutin 2 kali/tahun dari pemerintah untuk mengatasi keadaan bencana.

Antony membagi 4 kategori bencana yaitu 1. Risiko tinggi, frekuensi rendah, 2. Risiko tinggi, frekuensi tinggi, 3. Risiko rendah, frekuensi rendah, 4. Risiko rendah, frekuensi tinggi. Contoh kejadian Demam tifoid pada bencana banjir di Negara berkembang termasuk dalam kategori 2 yaitu frekuensi tinggi dan risiko tinggi, hal ini karena kekurangan air bersih dan makanan.

image0033

Acara ini dihadiri drh. Rasmaliah, MKes (Ketua Departemen Epidemiologi) dan lebih dari 120 orang mahasiswa S1 dan S2 FKM USU terutama peminatan epidemiologi dan sedang mengambil mata kuliah manajemen bencana. Acara diskusi sangat meriah dan banyak pertanyaan. Bila kurang lancer berbahasa Inggris maka sebagai translatornya adalah Nanda Safira (mahasiswa S1 peminatan Epidemiologi). Sebelum acara ditutup, cendramata diberikan oleh dr.Rahayu Lubis, MKes, PhD (Dosen Departemen Epidemiologi) kepada Antony Grande sebagai kenang-kenangan dari FKM USU.