• BKKBN
    BKKBN
  • Dies Natalis 23
    Dies Natalis 23

Talkshow & Bedah Film Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Enam Juta Jiwa Pertahun, Tewas Karena Rokok
Rokok dapat membunuh 6 juta orang pertahunnya, dari data WHO memprediksi pada tahun 2030 jumlah kematian akan bertambah dikarenakan rokom mencapai 8 juta orang dan 80 persen kematian terjadi di Negara yang berpenghasilan rendah dan menegah termasuk di Negara Indonesia.

Berikut tuturan yang di sampaikan oleh dr. Juanita, SE, M.Kes di Auditoium Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) , dengan acara talkswhow dan bedah film Kamis (31/5) . Ia mengatakan banyaknya orang yang merokok pada saat ini, membuat petumbuhan pecandu rokok sangat menigkat pesat..
Lebih lanjut, kata Juanita dari data WHO yang tercatat pada tahun ini saja orang yang sudah tewas dikarenakan pengguna rokok mencapai 6 juta jiwa di seluruh dunia, “Diprediksikan pada tahun 2030 nantinya, 8 juta orang yang penggunan rokok tersebut,” ujarnya.


Untuk itu, menurut Juanita dalam mencegah rokok negara-negara di dunia sudah sepakat melawan epidemi global tembakau melalui konversei internasional tentang pengendalian tembakau (framework convention on tobacco control). “Sementara itu untuk sekarang banyak kita melihat industri rokok tak segan – segan menggunakan dan mempengaruhi kekuatan politik, ekonomi dan sosial untuk menentang, mendiskreditkan, melemahkan, menghalangi dan menunda implementasi kebijakan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Juanita menjelaskan, industri rokok bukanlah sebagai pemangku kepentingan dalam kebijakan kesehatan masyarakat, di karenakan menurutnya kepentingan industri rokok bertolak belakang dengan kebijakan kesehatan masyarakat. “Industri rokok berkepentingan untuk meningkatkan penjualan produknya yang membahayakan kesehatan masyarakat sebanyak mungkin, ini berarti meningkatkan jumlah penguna perokok bukan untuk masyarakat,” ucapnya dengan tegas .

Mengakhiri pembicaraan, Katanya sementara kebijakan kesehatan masyarakat agar bertujuan melindungi hak kesehatan masyarakat dengan menurunkan konsumsi dan jumlah perokok melalui pengaturan peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok.
“Kawasan tanpa rokok, pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok dan cukai rokok yang tinggi. Karena itu negara dan pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi kebijakan kesehatan masyarakat dari konflik kepentingan dan komersial industri rokok dengan menolak segala bentuk intervensi industri rokok,” tambahannya.

Juanita memberikan saran untuk melindungi agar kebijakan kesehatan publik dari intervensi industri rokok, maka rekomendasi kepada negara dan pemerintah seperti meningkatkan kesadaran tentang bahaya produk tembakau dan intervensi industri tembakau bagi para pengambilan kebijakan, menghindari interaksi dengan industri rokok dan memastikan transparansi apabila harus berinteraksi dengan industri rokok., menolak kemitraan dan perjanjian yang mengikat dengan industri tembakau dan juga menghindari konflik kepentingan bagi pejabat pemerintah. “ Mengharuskan informasi yang diberikan oleh industri rokok transparan dan akurat., tidak memberikan perlakuan istimewa kepada industri rokok. dan denormalisasi kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) industri rokok,” tutupnya mengakhiri acara talkshow tersebut.