• BKKBN
    BKKBN
  • Dies Natalis 23
    Dies Natalis 23

KULIAH UMUM Dr. WIDODO J. PUDJIRAHARJO, PhD “PERUBAHAN KONSEP BISNIS PELAYANAN KESEHATAN KHUSUSNYA MARKETING DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL”

MEDAN-FKMUSU:Pakar JKN dan juga dosen pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya (dr. Widodo J. Pudjiraharjo, PhD) memberikan kuliah umum kepada mahasiswa pascasarjana khususnya peminatan AKK/ARS dan juga dosen-dosen FKM  di auditorium FKM USU (27/2/2015).

Dalam kuliahnya beliau menyatakan ada beberapa isu penting yaitu pendorong perubahan, perubahan pola pelayanan RS, persiapan yang perlu dilakukan RS, Topik utama (konsep bisnis, perubahan konsep bisnis, apa yang terjadi di pelayanan kesehatan, bussines process reengineering/BPR, fusi keuangan dan pemasaran, perubahan GP menjadi GC/GK). Keuangan bukan lagi berada di belakang layar tapi didepan. Pusat Pelayanan Kesehatan pertama = PPK1 dibayarkan berdasarkan kinerja. Keuangan puskesmas dengan penghitungan kapitasi. Puskesmas dipecah menjadi 2 pola yaitu:

1.    Puskesmas UKP (Upaya Kesehatan Perorangan): tugas dokter, bidan, perawat

2.    Puskesmas UKM (Upaya kesmas-preventif dan promotif): tugas SKM

Banyak perubahan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di era JKN dan Undang Undang akreditasi RS tahun 2012. Ada 4 komponen yang berubah yaitu: Regulatory change; New kind of standard; New client needs; dan Collaboration trend

Regulatory change: PPK1 (dokter umum, Puskesmas, Klinik) harus dapat melayani 155 jenis penyakit yang telah ditentukan, bila tidak teratasi 155 penyakit tsb maka boleh dirujuk ke PPK 2 (dokter spesialis, Rumah Sakit), bila tidak dapat diatasi juga maka di rujuk ke PPK3 (dokter Sub spesialis, Rumah Sakit). DPJP (Dokter Penanggung jawab pasien) harus sudah melihat pasiennya maksimum setengah jam setelah masuk RS. Penyakit pasien harus sudah dapat didiagnosis pada hari ke-1 pasien masuk RS, paling lama hari ke-2 sudah ada diagnosis penyakitnya, dsb

New kind of standard:salah satu syarat untuk akreditasi RS berdasarkan UU tahun 2012 adalah satpam RS harus bisa melakukan “basic life support”. Tempat tidur pasien yang tidak mempunyai pagar hanya boleh ditoleransi sekitar 5% saja dari total seluruh tempat tidur yang ada di RS tsb. Pintu kamar mandi harus membuka kearah luar bukan ke dalam. Lampu tidak boleh berada persis diatas tempat tidur pasien, dsb   

New client needs:semua pertimbangan yang dibuat berdasarkan need (kebutuhan) bukan demand (permintaan pasien). Misalnya lama rawatan pasien cukup 3 hari saja pasien meminta ditambah 1 hari lagi, hal ini tidak diperkenankan, maka pasien harus tetap dipulangkan setelah 3 hari di rawat.

Collaboration trend: Rumah Sakit harus bekerja sama dengan baik pada PPK1 dan dokter-dokternya agar mendapat rujukan pasien(RS mempunyai bargainingke PPK1)

Selain hal tersebut diatas ada lagi “crusial issues” yaitu:

1.    Insurance construct, value, content and context

2.    Defining, new strategy

3.    Marketing strategy and marketing mix

4.    Course of action (K3-5)

5.    Cost containment (pengendalian biaya)

6.    Verification procedures

Clinical pathway harus terkendali antara product, price and process, sekarang dilakukan oleh BPJS dan tim pengendalian kerjasama (PKSO). Area of changes seperti terlihat pada tabel dibawah ini:

Aspect

Pre

During and Future

Main issue

Product =price

Policy process and cost

Potensial customer

Individual

Institution with group policy holder

Customer focus

Single layer(patient)

Two layer (patient and inst. Agent)

Marketing mix

Product-price-place

Collaboration- comprehensive

Value

Promotion

Need- demand

Competence-Communication

Meet-Need-Policy-Links

Mechanism

Individual transactional

Institusional agreement consument

Accountability

Public accountability

Policy and public document billing

Patient position

Buyer and user, primary customer

User and indirect buyer, secondary consumer

Marketing strategy

Multialternative

Limited alternative focus, collaboration, collective bargaining

Financial strategy

Invesment and price

Cost containment

Kuliah umum ini mendapat sambutan yang meriah dengan diskusi yang hangat antara pemateri dan peserta, acara ini ditutup dengan pemberian cendramata dan foto bersama.