Regional Learning Workshop on Participatory One Health Digital Disease Surveillance to Prevent Pandemic using PODD Model

MEDAN-FKMUSU: South East One Heath University Network (SEAOHUN) yang beranggotakan 4 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam menyelenggarakan ”Regional Learning Workshop on Participatory One Health Digital Disease Surveillance to Prevent Pandemic using PODD Model” di Tharathong room Hotel Holiday Inn Chiang mai, Thailand (11-13/7/2016)

A1

Tim tiap negara terdiri dari 4 orang dengan keahlian berbeda dalam bidang kesehatan seperti dokter, dokter hewan dan ahli kesehatan masyarakat. Tim Indonesia yang diundang dalam acara tersebut ada 4 orang yaitu dari FKM USU (dr. Rahayu Lubis, MKes, PhD), FKM UI (Dr. Dra. Dewi Susanna, MS), FK Udayana (Sang Gede Purnama, SKM, MSc), FKH Samratulangi (Dr.drh. Meis Jacinta Nangoy, MSi).

A

Setiap tim negara di beri tugas untuk di presentasikan pada workshop tersebut dengan tujuan untuk bertukar dan berbagi pengalaman One Health dan kisah sukses dalam kesehatan masyarakat di Asia Tenggara diantara anggota SEAOHUN. Presentasi tim Indonesia dengan judul “Global Partnership in Field Training and Outreach Education” menceritakan kisah sukses keterlibatan antara manusia, hewan dan lingkungan di Tangkoko, Manado

B

Participatory One Health Digital Disease(PODD) model adalah suatu one health sistem surveilans berbasis digital untuk melacak wabah penyakit pada hewan gunamencegah penyebaran ke manusiadengan partisipasi dari masyarakat. Selama 2 tahun proyekinitelah berhasil dilaksanakan oleh Universitas Chiang Mai dengan bantuan dana dari Skoll Foundationsebesar USD 2.000.000.

Tujuan dilaksanakannya workshop ini adalah:

  1. Memperdalam pemahaman dengan menggunakan PODDmodel sebagai salah satu pendekatan dalam memecahkan isu-isu Kesehatan
  2. Memberikan kesempatan untuk mengakses satu pengawasan Kesehatan open-source tool digital di universitas anggota SEAOHUN
  3. Pertukaran dan berbagi pengalaman One Health dan kisah sukses dalam kesehatan masyarakat, dan
  4. Memelihara difusi integratif dari interaksi antaramanusia, hewan dan lingkungan melalui jaringan kolaboratif antara anggota fakultas secara internasional.